BUKAN HANYA SEKEDAR NONGKRONG

BLOG INI KAMI BUAT UNTUK DIPERGUNAKAN SEGABAIMANA MESTINYA

Blog

"Peran Guru Dalam Upaya Membina Kepribadian Siswa SMP N 3 Cilegon" tepat waktu

Posted by [email protected] on May 24, 2011 at 12:07 PM

:lol::mad::roll:8):o;):/:P:D:(:|:)



A. LATAR BELAKANG

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan pada kehidupan manusia. Sejalan dengan perubahan itu untuk menghindari dari ketertinggalan dari bangsa lain, maka upaya tepat yang harus dilakukan oleh bangsa Indonesia adalah melalui pembangunan sektor fisik dan mental.

 

Bangsa Indonesia akan besar dan kuat apabila manusianya memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi, hal ini harus dilakukan sedini mungkin dan berlangsung secara terus menerus.

Sebagai makhluk yang memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang disinilah salah satu keistimewaan kita sehingga dengan akal tersebut kita dituntut untuk berpikir dan berbuat dengan menggunakan akal.

 

Untuk mengembangkan akal, maka pendidikan merupakan cara yang paling tepat untuk guna mencapai keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan kepribadian.

 

Dalam arti sederhana, kepribadian berarti sifat hakiki individu yang tercermin pada sikap dan perbuatannya yang membedakan dirinya dari yang lain, McLeod(1989) mengartikan kepribadian (personality) sebagi sifat khas yang dimiliki seseorang. Dan dalam hal ini, kata lain yang sangat dekat artinya dengan kepribadian adalah karakter dan identitas.

 

Menurut tinjaun psikologi, kepribadian pada prinsipnya adalah susunan atau kesatuan antara aspek perilaku mental (pikiran, perasaan, dan sebagainya) dengan aspek perilaku Behavior (perbuatan nyata). Aspek-aspek ini berkaitan secara fungsional dalam diri seseorang individu, sehingga membuat bertingkah laku secara khas dan tetap (robber,1988). Dari prilaku psikofisik (rohani dan jasmani) yang khas dan menetap tersebut muncul julukan-julukan yang bermaksud menggambarkan kepribadian seseorang, seperti: Pak Amin jujur, Sikasmin pemalas, dan sebagainya.

 

Kepribadian adalah ranah kajian psikologi; pemahaman tingkah laku-fikiranperasan – kegiatan manusia, memakai sistematik, metode, metode psikologi. Teori psikologi kepribadian itu mempelajari individu secara sepesifik; siapa dia, apa yang dimilikinya dan apa yang dikerjakannya.

 

Kepribadian merupakan pondasi yang utama dalam pembentukan pribadi manusia yang seutuhnya. Pendidikan yang mengarah pada terbentuknya pribadi yang berakhlak, merupakan hal pertama yang harus dilakukan. Begitu pentingnya kepribadian / akhlak, Allah SWT berfirman dalam surah

Luqman ayat 18:

   ••  •   •  •    •   

Artinya : dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

 

 

Pembinaan kepribadian di sekolah harus dilakukan secara teratur dan terarah agar siswa dapat mengembangkan dan mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Untuk mencapai tujuan itu tentu tidak terlepas dari beberapa faktor penunjang yang tersedia dan terlaksana dengan baik, seperti tenaga pengajar yang baik serta faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap proses dari pembinaan kepribadian secara keseluruhan. Hal ini sesuai dengan fungsi dan tujuan pendidikan dalam undang undang RI No.20 tahun 2003, tentang system pendidikan nasional Bab II Pasal 3 dinyatakan fungsi dan tujuan pendidikan nasional adalah:

 

“Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokrasi serta bertanggung jawab”.

 

Jadi tujuan pendidikan adalah mengembangkan kemampuan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokrasi serta bertanggung jawab.

Guru sebagai salah satu penunjang dalam pembentukan kepribadian seseorang serta memiliki peranan penting dalam pembentukan pribadi peserta didiknya.

 

Guru adalah seorang Administrator, Informatory, Konduktor, dan sebagainya, dan berkelakuan menurut masyarakat. Guru, sebagai pendidik dan pembangun generasi baru diharapkan tingkahlaku yang bermoral tinggi demi masa depan bangsa dan Negara.

Menurut pandangan tradisional, guru adalah seseorang yang berdiri didepan kelas untuk menyampaikan ilmu pengetahuan (roestiyah, 1982: 182). Menurut seorang ahli pendidikan; "Teacher is person who couses a person to know or be able to do something or give person knowledge or skill". (roestiyah, 1982: 182). Menurut persatuan guru Amerika serikat guru adalah semua petugas yang terlibat dalam tugas-tugas kependidikan (roestiyah, 1982: 182).

Menurut Balnaldi Sutadipura, guru adalah orang yang layak digugu dan ditiru (sutadi,(1983:54)

 

Dalam kamus besar bahasa Indonesia edisi kedua tahun 1991, guru diartikan sebagai orang yang pekerjaanya (mata pencarianya) mengajar. Tapi sederhanakah arti guru? Kata guru yang dalam bahasa arab disebut mu'allim dan dalam bahasa inggris Teacher itu memang memiliki arti sederhana, yakni A person whose occupation is teaching other (Mcload,1989). artinya guru ialah seorang yang pekerjaanya mengajar orang lain.

Melihat beberapa definisi diatas tentang guru. Guru memiliki peran penting dalam pembentukan kepribadian peserta didiknya, karena guru sebagai cerminan bagi para siswanya. Untuk itu memperdalam dan memperluas wawasan dan cakrawala, tentu diperlukan bagi seorang guru.

Ini terlihat yang terjadi di SMP N 3 Cilegon guru memiliki peranan dalam pembinaan kepribadian. Karena guru merupakan orang yang paling dekat dengan siswa. Diharapkan dengan melakukan metode-metode yang ada, nantinya siswa biasa memiliki pribadi yang baik. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh SMP N 3 Cilegon di antaranya dengan menjalankan program yang sudah ada seperti istighosah, dan keputrian bagi siswa putri. Selain dari pada itu ada kegiatan JJS (jalan jalan santai) yang dikemas dalam bentuk baksos ( bakti sosial). Ini sekilas kegiatan pembinan kepribadian siswa yang dilakukan SMP N 3 Cilegon.

 

Berdasarkan hasil observasi sementara, penulis ketahui bahwa peranan guru dalam pembinaan kepribadian siswa di SMP-Nu Bululawang masih belum optimal. Hal ini membuat penulis tertarik untuk mengetahui secara mendalam bagaimana usaha guru selama ini dalam pembinaan kepribadian siswa di SMP-Nu Bululawang Kecamatan Bululawang dan mengangkatnya kedalam bentuk skripsi yang berjudul: “PERAN GURU DALAM MEMBINA KEPRIBADIAN SISWA SMP N 3 Cilegon ".


 

 

B. Rumusan Masalah

Adapun yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah:

 

1. Bagaimana peran guru dalam membina kepribadian siswa SMP N 3 Cilegon?

2. Bagaimana hambatan yang dialami oleh guru dalam pembinaan kepribadian siswa SMP N 3 Cilegon?

3. Bagaimana upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi hambatan pembinaan kepribadian siswa SMP N 3 Cilegon?


C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang di atas yang menjadi tujuan dalam penelitian ini

adalah:

1. Untuk mengetahui peran guru dalam membina kepribadian siswa SMP N 3 Cilegon.

2. Untuk mengetahui hambatan yang dialami guru dalam pembinaan kepribadian siswa SMP N 3 Cilegon.

3. Untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi hambatan pembinaan kepribadian siswa SMP N 3 Cilegon.

 


D. Kegunaannya

Adapun yang menjadi kegunaan penelitian ini adalah:

1. Sebagai bahan informasi dan sumbangan pemikiran bagi pihak sekolah untuk mengambil kebijakan di SMP N 3 Cilegon.

2. Untuk memperkaya pengetahuan penulis khususnya pada bidang pembinaan kepribadian.

3. Sebagai bahan perbandingan bagi peneliti lain yang ingin mengadakan penelitian yang lebih mendalam.

4. Sebagai bahan bacaan dan memperkaya perbendaharaan perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung

 


E. Ruang Lingkup

Mengingat pembahasan yang begitu luas dalam kaitannya dengan peran guru dalam pembinaan kepribadian siswa. Maka dipandang perlu untuk menentukan untuk lebih dahulu ruang lingkup pembahasan. Adapun ruang lingkup7 pembahasan pada peran guru dalam Membinaan kepribadian Siswa SMP N 3 Cilegon sebagai berikut:

 

1. Peran guru dalam membina kepribadian siswa SMP N 3 Cilegon.

2. Hambatan yang dialami oleh guru dalam pembiaan kepribadian siswa SMP N 3 Cilegon Upaya yang dilakukan oleh Guru dalam mengatasi hambatan pembinaan kepribadian siswa SMP N 3 Cilegon.


 

 

F. Sistematika Pembahasan

Proposal ini terdiri dari enam bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut:

 

BAB I : Pendahuluan, mengemukakan latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, ruanglingkup penelitian, batasan istilah, dan sistematika pembahasan.

 

BAB II : Menguraikan tentang teori-teori yang melandasi penulisan skripsi,Pengertian guru, syarat-ayarat menjadi guru, tugas dan tanggung jawab guru, pengertian kepribadian, unsur unsur kepribadian, factor-faktor yang mempengaruhi kepribadian, dan guru dalam pembinaan kepribadian.

 

BAB II : Metode penelitian berisi tentang, pendekatan dan jenis penelitian, kehadiran peneliti, lokasi penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data, analisa data, penegecekan keabsahan data, dan tahapan tahapan penelitian.

 

BAB IV : Berisi tentang hasil penelitian yaitu tentang Gambaran Umum lokasi penelitian/latar belakang obyek, dan paparan hasil penelitian

 

BAB V : Pembahasan hasil penelitian

BAB VI : Berisikan kesimpulan dan saran-saran.

 


 


Categories: PELAJARAN

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

1 Comment

Reply fatma
8:11 AM on May 8, 2013 
boleh liat semuanya, ? sempat sama dengan judulku... maksih