BUKAN HANYA SEKEDAR NONGKRONG

BLOG INI KAMI BUAT UNTUK DIPERGUNAKAN SEGABAIMANA MESTINYA

Blog

BLOG INI KAMI BUAT SALING BERTUKAR FIKIRAN MENGENAI KEILMUAN

view:  full / summary

DAFTAR PESERTA BIMTEST KELUARGA MAHASISWA BANTEN (KMB) BANDUG TAHUN 2011

Posted by [email protected] on August 27, 2011 at 2:45 AM Comments comments (0)


DAFTAR PESERTA BIMTEST

KELUARGA MAHASISWA BANTEN (KMB) BANDUG

TAHUN 2011

NO NAMA ALAMAT JURUSAN YANG DIPILIH NO.TEST NO. HP

PILIHAN 1 PILIHAN 2

1 Neny Nur'aeny Kuningan MTK Biologi 2321150097 085722874177

2 Rini Astria Banjaran Manajement PAI 2321150308

3 Eka Yulianty Majalengka P. Fisika Sosiologi

4 Ecep Tatang S. Bandung Ilmu Hukum HPI 2321150355

5 Moh. Sofyan Bogor PBA BSA 2321150352 082118137379

6 Ar Dzulfikar A. Banten Mu'amalah BSI 2321152938

7 Dadan Hidayat Tasikmalaya HPI AS 2321150663 082128982768

8 Krisna Wiryana N. Bandung TI TE 2321150210

9 Hani Hariyanti Cililin P.Matematika Fisika

10 Delia Sofia Rizkia Cililin P. Biologi PBI

11 Denis S. Nurdiani Garut Psikologi P. Biologi 2321150716 85797547656

12 Rd. Ratna Intan K .W. Jatinangor PBI Ilmu Hukum

13 An Veny Fathonah Cilacap TI Manajement 2321150237 081214602283

14 Elin Khoirunisa Majalengka Manajement MKS 2321154100

15 Pepi Nopiyanti Majalengka PGMI KI 2321153663

16 Anna Ruhaya M. S. Cikarang, Bekasi AN PBI 2321153374 089655280886

17 Wiwin S. Cibaduyut P. Biologi PAI

18 Hilmia Mar’atun H. Cibaduyut Psikologi PAI 087821403646

19 Widi Juniarti Pangalengan PBI PAI

20 Neng Evha Nurfadillah Bekasi MKS PGMI 2321151259

21 Rabi'ah Zakiah Bogor PAI HPI

22 Siti Nurhasanah Tasikmalaya P. Fisika Mu'amalah 2321152428

23 Novi Yulianti Tasikmalaya P. Matematika Manajement 2321152429

24 Euis Sumayati Tasikmalaya P. Biologi Manajement 2321152427 082118088738

25 Roswati Jatinangor P. Matematika PBI

26 Seni Wanda Agustine Cileunyi KI MKS 2321151698 087720602625

27 Farah Nur Balqist Bogor PAI BSA 2321153285

28 Fitria Zulfa Subang P. Fisika Psikologi

29 Siti Masitoh Jatinangor P. Fisika P. Kimia

30 Rizka Nuraika A. Soreang MKS AN 2321150789 087821115945

31 Siti Fathnurrohmah Cianjur MKS Psikologi 2321152707 081912224704

32 Aan Nurhasanah Bogor MKS PBI 2321152706

33 Lia Lisnawati Bandung Sosiologi Manajement 2321152504 087772230785

34 Siti Jubaidah Karawang Matematika Fisika 2321150871 085719687176

35 Ayu Khaedaroh Cililin PBA BSA

 

NO NAMA ALAMAT JURUSAN YANG DIPILIH NO.TEST NO. HP

PILIHAN 1 PILIHAN 2

36 Tuti Herawati Banten Matematika BSI 2321152812

37 Siti Aminah Cirebon P. Biologi PAI 2321152463

38 Siffa Khoerunnisa Tasikmalaya P. Kimia Kimia 2321153426

39 Kulsum Rangkasbitung P. Matematika AS

40 Elis Sulastri Rangkasbitung P. Biologi Biologi 2321152232 087773944104

41 Eli Nurfaridah Garut TI P. Biologi 087724820444

42 Esti Masturoh Garut TI P. Biologi

43 Imas Fartillah Garut TI Biologi

44 Neri Anggraini Karawang P. Fisika PBI 2321150867 081906820789

45 Maulida Nur Ciwiday TI PGMI 2321152311

46 Rani Nuraini Rancaekek PBA PGMI 2321151115 08990800347

47 Rinrin Komariah Rancaekek PBI Psikologi 2321150044

48 Ratna Ningsih Gedebage PBI Pertanian 082119328845

49 Ayu Dwi AG Banten PBI P. Biologi

50 Vina Rahmatika S. Bandung PAI PBA 2321150667 087837179692

51 Ervina Irmayanti Bandung Psikologi

D3 2321153143

52 Irma Nurhayati Karawang KI P. Biologi 2321150866 085691880779

53 Siti Syaripah Karawang PBI SPI 2321152965 08567610576

54 Gusgus Awaludin Cianjur TI TE

55 A. Fajar M. P. Majalaya PAI P. Biologi

56 M. Komarudin Cicalengka MKS Manajement 22321152357 082119558623

57 Jajang Banten P. Biologi SKI

58 Sodikin Bogor Psikologi AN 2321150158

59 Cahyono Majalengka Matematika TI

60 Helmi Ramdani Bandung TI PAI 082116233521

61 Fahmi Fellany Bandung TI PAI 085795546058

62 Abdul Aziz Bogor TI Manajement

63 Nana Faisal N. Bandung AN Manajement

64 Ryan Amdiar Bandung Manajement KPI 2321152960

65 Rafi Ramdani Jatinangor P. Biologi HPI

66 Ilham Banten P. Kimia BSI 2321153607 085814724820

67 Eka Sumpena Sumedang P. Biologi PAI 2321153773

68 Fikriawan Hasli Sukabumi P. Matematika MKS 2321152057 085720067701

69 Mulya Ashari R. Karawang TI Agro Teknologi 2321152684 083814777270

70 Khotir Albar Banten TI TE 2321150538

71 Ubay Badriudin Banten PAI PBA 2321150732 085722887201

72 YEDIARDIANSAH

 

 


CARA MENDIDIK ANAK

Posted by [email protected] on May 24, 2011 at 5:03 PM Comments comments (1)

CARA MENDIDIK ANAK

15 Feb 2006  

Syeikh Muhammad Soleh Uthaimin

 

Cara mendidik anak Syeikh Muhammad Soleh Uthaimin Apabila telah tampak tanda-tanda tamyiz pada seorang anak, maka selayaknya dia mendapatkan perhatian sesrius dan pengawasan yang cukup.

Sesungguhnya hatinya bagaikan bening mutiara yang siap menerima segala sesuatu yang mewarnainya. Jika dibiasakan dengan hal- hal yang baik, maka ia akan berkembang dengan kebaikan, sehingga orang tua dan pendidiknya ikut serta memperoleh pahala. Sebaliknya, jika ia dibiasakan dengan hal-hal buruk, maka ia akan tumbuh dengan keburukan itu. Maka orang tua dan pedidiknya juga ikut memikul dosa karenanya.

 

Oleh karena itu, tidak selayaknya orang tua dan pendidik melalaikan tanggung jawab yang besar ini dengan melalaikan pendidikan yang baik dan penanaman adab yang baik terhadapnya sebagai bagian dari haknya. Di antara adab-adab dan kiat dalam mendidik anak adalah sebagai berikut:

 

Hendaknya anak dididik agar makan dengan tangan kanan, membaca basmalah, memulai dengan yang paling dekat dengannya dan tidak mendahului makan sebelum yang lainnya (yang lebih tua, red). Kemudian cegahlah ia dari memandangi makanan dan orang yang sedang makan.

Perintahkan ia agar tidak tergesa-gesa dalam makan. Hendaknya mengunyahnya dengan baik dan jangan memasukkan makanan ke dalam mulut sebelum habis yang di mulut. Suruh ia agar berhati-hati dan jangan sampai mengotori pakaian.

Hendaknya dilatih untuk tidak bermewah-mewah dalam makan (harus pakai lauk ikan, daging dan lain-lain) supaya tidak menimbulkan kesan bahwa makan harus dengannya. Juga diajari agar tidak terlalu banyak makan dan memberi pujian kepada anak yang demikian. Hal ini untuk mencegah dari kebiasaan buruk, yaitu hanya memen-tingkan perut saja.

Ditanamkan kepadanya agar mendahulukan orang lain dalam hal makanan dan dilatih dengan makanan sederhana, sehingga tidak terlalu cinta dengan yang enak-enak yang pada akhirnya akan sulit bagi dia melepaskannya.

Sangat disukai jika ia memakai pakaian berwarna putih, bukan warna-warni dan bukan dari sutera. Dan ditegaskan bahwa sutera itu hanya untuk kaum wanita.

Jika ada anak laki-laki lain memakai sutera, maka hendaknya mengingkarinya. Demikian juga jika dia isbal (menjulurkan pakaiannya hingga melebihi mata kaki). Jangan sampai mereka terbiasa dengan hal- hal ini.

Selayaknya anak dijaga dari bergaul dengan anak-anak yang biasa bermegah-megahan dan bersikap angkuh. Jika hal ini dibiarkan maka bisa jadi ketika dewasa ia akan berakhlak demikian. Pergaulan yang jelek akan berpengaruh bagi anak. Bisa jadi setelah dewasa ia memiliki akhlak buruk, seperti: Suka berdusta, mengadu domba, keras kepala, merasa hebat dan lain-lain, sebagai akibat pergaulan yang salah di masa kecilnya. Yang demikian ini, dapat dicegah dengan memberikan pendidikan adab yang baik sedini mungkin kepada mereka.

Harus ditanamkan rasa cinta untuk membaca al Qur'an dan buku- buku, terutama di perpustakaan. Membaca al Qur'an dengan tafsirnya, hadits-hadits Nabi n dan juga pelajaran fikih dan lain-lain. Dia juga harus dibiasakan menghafal nasihat-nasihat yang baik, sejarah orang-orang shalih dan kaum zuhud, mengasah jiwanya agar senantiasa mencintai dan menela-dani mereka. Dia juga harus diberitahu tentang buku dan faham Asy'ariyah, Mu'tazilah, Rafidhah dan juga kelompok-kelompok bid'ah lainnya agar tidak terjerumus ke dalamnya. Demikian pula aliran-aliran sesat yang banyak ber-kembang di daerah sekitar, sesuai dengan tingkat kemampuan anak.

Dia harus dijauhkan dari syair-syair cinta gombal dan hanya sekedar menuruti hawa nafsu, karena hal ini dapat merusak hati dan jiwa.

Biasakan ia untuk menulis indah (khath) dan mengahafal syair- syair tentang kezuhudan dan akhlak mulia. Itu semua menunjukkan kesempurnaan sifat dan merupakan hiasan yang indah.

Jika anak melakukan perbuatan terpuji dan akhlak mulia jangan segan-segan memujinya atau memberi penghargaan yang dapat membahagia- kannya. Jika suatu kali melakukan kesalahan, hendaknya jangan disebar-kan di hadapan orang lain sambil dinasihati bahwa apa yang dilakukannya tidak baik.

Jika ia mengulangi perbuatan buruk itu, maka hendaknya dimarahi di tempat yang terpisah dan tunjukkan tingkat kesalahannya. Katakan kepadanya jika terus melakukan itu, maka orang-orang akan membenci dan meremehkannya. Namun jangan terlalu sering atau mudah memarahi, sebab yang demikian akan menjadikannya kebal dan tidak terpengaruh lagi dengan kemarahan.

Seorang ayah hendaknya menjaga kewibawaan dalam ber-komunikasi dengan anak. Jangan menjelek-jelekkan atau bicara kasar, kecuali pada saat tertentu. Sedangkan seorang ibu hendaknya menciptakan perasaan hormat dan segan terhadap ayah dan memperingatkan anak-anak bahwa jika berbuat buruk maka akan mendapat ancaman dan kemarahan dari ayah.

Hendaknya dicegah dari tidur di siang hari karena menyebabkan rasa malas (kecuali benar-benar perlu). Sebaliknya, di malam hari jika sudah ingin tidur, maka biarkan ia tidur (jangan paksakan dengan aktivitas tertentu, red) sebab dapat menimbulkan kebosanan dan melemahnya kondisi badan.

Jangan sediakan untuknya tempat tidur yang mewah dan empuk karena mengakibatkan badan menjadi terlena dan hanyut dalam kenikmatan. Ini dapat mengakibatkan sendi-sendi menjadi kaku karena terlalu lama tidur dan kurang gerak.

Jangan dibiasakan melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi, sebab ketika ia melakukannya, tidak lain karena adanya keyakinan bahwa itu tidak baik.

Biasakan agar anak melakukan olah raga atau gerak badan di waktu pagi agar tidak timbul rasa malas. Jika memiliki ketrampilan memanah (atau menembak, red), menunggang kuda, berenang, maka tidak mengapa menyi-bukkan diri dengan kegiatan itu.

Jangan biarkan anak terbiasa melotot, tergesa-gesa dan bertolak (berkacak) pinggang seperti perbuatan orang yang membangggakan diri.

Melarangnya dari membangga-kan apa yang dimiliki orang tuanya, pakaian atau makanannya di hadapan teman sepermainan. Biasakan ia ber-sikap tawadhu', lemah lembut dan menghormati temannya.

Tumbuhkan pada anak (terutama laki-laki) agar tidak terlalu mencintai emas dan perak serta tamak terhadap keduanya. Tanamkan rasa takut akan bahaya mencintai emas dan perak secara berlebihan, melebihi rasa takut terhadap ular atau kalajengking.

Cegahlah ia dari mengambil sesuatu milik temannya, baik dari keluarga terpandang (kaya), sebab itu merupakan cela, kehinaan dan menurunkan wibawa, maupun dari yang fakir, sebab itu adalah sikap tamak atau rakus. Sebaliknya, ajarkan ia untuk memberi karena itu adalah perbuatan mulia dan terhormat.

Jauhkan dia dari kebiasaan meludah di tengah majlis atau tempat umum, membuang ingus ketika ada orang lain, membelakangi sesama muslim dan banyak menguap.

Ajari ia duduk di lantai dengan bertekuk lutut atau dengan menegakkan kaki kanan dan menghamparkan yang kiri atau duduk dengan memeluk kedua punggung kaki dengan posisi kedua lutut tegak. Demikian cara-cara duduk yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam.

Mencegahnya dari banyak berbicara, kecuali yang bermanfaat atau dzikir kepada Allah.

Cegahlah anak dari banyak bersumpah, baik sumpahnya benar atau dusta agar hal tersebut tidak menjadi kebiasaan.

Dia juga harus dicegah dari perkataan keji dan sia-sia seperti melaknat atau mencaci maki. Juga dicegah dari bergaul dengan orang- orang yang suka melakukan hal itu.

Anjurkanlah ia untuk memiliki jiwa pemberani dan sabar dalam kondisi sulit. Pujilah ia jika bersikap demikian, sebab pujian akan mendorongnya untuk membiasakan hal tersebut.

Sebaiknya anak diberi mainan atau hiburan yang positif untuk melepaskan kepenatan atau refreshing, setelah selesai belajar, membaca di perpustakaan atau melakukan kegiatan lain.

Jika anak telah mencapai usia tujuh tahun maka harus diperintahkan untuk shalat dan jangan sampai dibiarkan meninggalkan bersuci (wudhu) sebelumnya. Cegahlah ia dari berdusta dan berkhianat. Dan jika telah baligh, maka bebankan kepadanya perintah- perintah.

Biasakan anak-anak untuk bersikap taat kepada orang tua, guru, pengajar (ustadz) dan secara umum kepada yang usianya lebih tua. Ajarkan agar memandang mereka dengan penuh hormat. Dan sebisa mungkin dicegah dari bermain-main di sisi mereka (mengganggu mereka).

Demikian adab-adab yang berkaitan dengan pendidikan anak di masa tamyiz hingga masa-masa menjelang baligh. Uraian di atas adalah ditujukan bagi pendidikan anak laki-laki. Walau demikian, banyak di antara beberapa hal di atas, yang juga dapat diterapkan bagi pendidikan anak perempuan.

Wallahu a'lam.

 

Dari mathwiyat Darul Qasim "tsalasun wasilah li ta'dib al abna''" asy Syaikh Muhammad bin shalih al Utsaimin rahimahullah .

 

Diterjemahkan oleh, Ubaidillah Masyhadi http://mifty-away.tripod.com/id44.html


"Peran Guru Dalam Upaya Membina Kepribadian Siswa SMP N 3 Cilegon" tepat waktu

Posted by [email protected] on May 24, 2011 at 12:07 PM Comments comments (1)

:lol::mad::roll:8):o;):/:P:D:(:|:)



A. LATAR BELAKANG

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan pada kehidupan manusia. Sejalan dengan perubahan itu untuk menghindari dari ketertinggalan dari bangsa lain, maka upaya tepat yang harus dilakukan oleh bangsa Indonesia adalah melalui pembangunan sektor fisik dan mental.

 

Bangsa Indonesia akan besar dan kuat apabila manusianya memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi, hal ini harus dilakukan sedini mungkin dan berlangsung secara terus menerus.

Sebagai makhluk yang memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang disinilah salah satu keistimewaan kita sehingga dengan akal tersebut kita dituntut untuk berpikir dan berbuat dengan menggunakan akal.

 

Untuk mengembangkan akal, maka pendidikan merupakan cara yang paling tepat untuk guna mencapai keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan kepribadian.

 

Dalam arti sederhana, kepribadian berarti sifat hakiki individu yang tercermin pada sikap dan perbuatannya yang membedakan dirinya dari yang lain, McLeod(1989) mengartikan kepribadian (personality) sebagi sifat khas yang dimiliki seseorang. Dan dalam hal ini, kata lain yang sangat dekat artinya dengan kepribadian adalah karakter dan identitas.

 

Menurut tinjaun psikologi, kepribadian pada prinsipnya adalah susunan atau kesatuan antara aspek perilaku mental (pikiran, perasaan, dan sebagainya) dengan aspek perilaku Behavior (perbuatan nyata). Aspek-aspek ini berkaitan secara fungsional dalam diri seseorang individu, sehingga membuat bertingkah laku secara khas dan tetap (robber,1988). Dari prilaku psikofisik (rohani dan jasmani) yang khas dan menetap tersebut muncul julukan-julukan yang bermaksud menggambarkan kepribadian seseorang, seperti: Pak Amin jujur, Sikasmin pemalas, dan sebagainya.

 

Kepribadian adalah ranah kajian psikologi; pemahaman tingkah laku-fikiranperasan – kegiatan manusia, memakai sistematik, metode, metode psikologi. Teori psikologi kepribadian itu mempelajari individu secara sepesifik; siapa dia, apa yang dimilikinya dan apa yang dikerjakannya.

 

Kepribadian merupakan pondasi yang utama dalam pembentukan pribadi manusia yang seutuhnya. Pendidikan yang mengarah pada terbentuknya pribadi yang berakhlak, merupakan hal pertama yang harus dilakukan. Begitu pentingnya kepribadian / akhlak, Allah SWT berfirman dalam surah

Luqman ayat 18:

   ••  •   •  •    •   

Artinya : dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

 

 

Pembinaan kepribadian di sekolah harus dilakukan secara teratur dan terarah agar siswa dapat mengembangkan dan mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Untuk mencapai tujuan itu tentu tidak terlepas dari beberapa faktor penunjang yang tersedia dan terlaksana dengan baik, seperti tenaga pengajar yang baik serta faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap proses dari pembinaan kepribadian secara keseluruhan. Hal ini sesuai dengan fungsi dan tujuan pendidikan dalam undang undang RI No.20 tahun 2003, tentang system pendidikan nasional Bab II Pasal 3 dinyatakan fungsi dan tujuan pendidikan nasional adalah:

 

“Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokrasi serta bertanggung jawab”.

 

Jadi tujuan pendidikan adalah mengembangkan kemampuan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokrasi serta bertanggung jawab.

Guru sebagai salah satu penunjang dalam pembentukan kepribadian seseorang serta memiliki peranan penting dalam pembentukan pribadi peserta didiknya.

 

Guru adalah seorang Administrator, Informatory, Konduktor, dan sebagainya, dan berkelakuan menurut masyarakat. Guru, sebagai pendidik dan pembangun generasi baru diharapkan tingkahlaku yang bermoral tinggi demi masa depan bangsa dan Negara.

Menurut pandangan tradisional, guru adalah seseorang yang berdiri didepan kelas untuk menyampaikan ilmu pengetahuan (roestiyah, 1982: 182). Menurut seorang ahli pendidikan; "Teacher is person who couses a person to know or be able to do something or give person knowledge or skill". (roestiyah, 1982: 182). Menurut persatuan guru Amerika serikat guru adalah semua petugas yang terlibat dalam tugas-tugas kependidikan (roestiyah, 1982: 182).

Menurut Balnaldi Sutadipura, guru adalah orang yang layak digugu dan ditiru (sutadi,(1983:54)

 

Dalam kamus besar bahasa Indonesia edisi kedua tahun 1991, guru diartikan sebagai orang yang pekerjaanya (mata pencarianya) mengajar. Tapi sederhanakah arti guru? Kata guru yang dalam bahasa arab disebut mu'allim dan dalam bahasa inggris Teacher itu memang memiliki arti sederhana, yakni A person whose occupation is teaching other (Mcload,1989). artinya guru ialah seorang yang pekerjaanya mengajar orang lain.

Melihat beberapa definisi diatas tentang guru. Guru memiliki peran penting dalam pembentukan kepribadian peserta didiknya, karena guru sebagai cerminan bagi para siswanya. Untuk itu memperdalam dan memperluas wawasan dan cakrawala, tentu diperlukan bagi seorang guru.

Ini terlihat yang terjadi di SMP N 3 Cilegon guru memiliki peranan dalam pembinaan kepribadian. Karena guru merupakan orang yang paling dekat dengan siswa. Diharapkan dengan melakukan metode-metode yang ada, nantinya siswa biasa memiliki pribadi yang baik. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh SMP N 3 Cilegon di antaranya dengan menjalankan program yang sudah ada seperti istighosah, dan keputrian bagi siswa putri. Selain dari pada itu ada kegiatan JJS (jalan jalan santai) yang dikemas dalam bentuk baksos ( bakti sosial). Ini sekilas kegiatan pembinan kepribadian siswa yang dilakukan SMP N 3 Cilegon.

 

Berdasarkan hasil observasi sementara, penulis ketahui bahwa peranan guru dalam pembinaan kepribadian siswa di SMP-Nu Bululawang masih belum optimal. Hal ini membuat penulis tertarik untuk mengetahui secara mendalam bagaimana usaha guru selama ini dalam pembinaan kepribadian siswa di SMP-Nu Bululawang Kecamatan Bululawang dan mengangkatnya kedalam bentuk skripsi yang berjudul: “PERAN GURU DALAM MEMBINA KEPRIBADIAN SISWA SMP N 3 Cilegon ".


 

 

B. Rumusan Masalah

Adapun yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah:

 

1. Bagaimana peran guru dalam membina kepribadian siswa SMP N 3 Cilegon?

2. Bagaimana hambatan yang dialami oleh guru dalam pembinaan kepribadian siswa SMP N 3 Cilegon?

3. Bagaimana upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi hambatan pembinaan kepribadian siswa SMP N 3 Cilegon?


C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang di atas yang menjadi tujuan dalam penelitian ini

adalah:

1. Untuk mengetahui peran guru dalam membina kepribadian siswa SMP N 3 Cilegon.

2. Untuk mengetahui hambatan yang dialami guru dalam pembinaan kepribadian siswa SMP N 3 Cilegon.

3. Untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi hambatan pembinaan kepribadian siswa SMP N 3 Cilegon.

 


D. Kegunaannya

Adapun yang menjadi kegunaan penelitian ini adalah:

1. Sebagai bahan informasi dan sumbangan pemikiran bagi pihak sekolah untuk mengambil kebijakan di SMP N 3 Cilegon.

2. Untuk memperkaya pengetahuan penulis khususnya pada bidang pembinaan kepribadian.

3. Sebagai bahan perbandingan bagi peneliti lain yang ingin mengadakan penelitian yang lebih mendalam.

4. Sebagai bahan bacaan dan memperkaya perbendaharaan perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung

 


E. Ruang Lingkup

Mengingat pembahasan yang begitu luas dalam kaitannya dengan peran guru dalam pembinaan kepribadian siswa. Maka dipandang perlu untuk menentukan untuk lebih dahulu ruang lingkup pembahasan. Adapun ruang lingkup7 pembahasan pada peran guru dalam Membinaan kepribadian Siswa SMP N 3 Cilegon sebagai berikut:

 

1. Peran guru dalam membina kepribadian siswa SMP N 3 Cilegon.

2. Hambatan yang dialami oleh guru dalam pembiaan kepribadian siswa SMP N 3 Cilegon Upaya yang dilakukan oleh Guru dalam mengatasi hambatan pembinaan kepribadian siswa SMP N 3 Cilegon.


 

 

F. Sistematika Pembahasan

Proposal ini terdiri dari enam bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut:

 

BAB I : Pendahuluan, mengemukakan latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, ruanglingkup penelitian, batasan istilah, dan sistematika pembahasan.

 

BAB II : Menguraikan tentang teori-teori yang melandasi penulisan skripsi,Pengertian guru, syarat-ayarat menjadi guru, tugas dan tanggung jawab guru, pengertian kepribadian, unsur unsur kepribadian, factor-faktor yang mempengaruhi kepribadian, dan guru dalam pembinaan kepribadian.

 

BAB II : Metode penelitian berisi tentang, pendekatan dan jenis penelitian, kehadiran peneliti, lokasi penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data, analisa data, penegecekan keabsahan data, dan tahapan tahapan penelitian.

 

BAB IV : Berisi tentang hasil penelitian yaitu tentang Gambaran Umum lokasi penelitian/latar belakang obyek, dan paparan hasil penelitian

 

BAB V : Pembahasan hasil penelitian

BAB VI : Berisikan kesimpulan dan saran-saran.

 


 


?UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN ADAB MAKAN DAN MINUM DENGAN METODE DRILL?

Posted by [email protected] on May 24, 2011 at 9:19 AM Comments comments (7)

Proposal PTK PAI

 


A. Judul Penelitian

”UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN ADAB MAKAN DAN MINUM DENGAN METODE DRILL”

(Penelitian Tindakan Kelas, Kelas VIIIA SMP Negeri 3 Luragung pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam)

B. Mata Pelajaran dan Bidang Kajian

Penelitian dengan judul di atas adalah penelitian Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas VIIIA. Dengan bidang Akhlak dengan materi Tata Cara Makan dan Minum.

C. Pendahuluan

Islam merupakan agama yang sempurna. Mencakup semua sisi hidup dan kehidupan dari mulai sisi pribadi sampai pengurusan masyarakat secara luas, dari mulai hubungan manusia dengan tuhannya sampai hubungan manusia dengan manusia dan lingkungan sekitarnya. Sehingga mempelajari ajaran agama ini merupakan sebuah kewajiban individu (fardlu ’ain), yang berkonsekuensi setiap muslim apabila tidak mempelajarinya maka dia dihukumi berdosa.


Secara garis besar materi pelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah melingkupi akidah, akhlak, muamalah, ibadah dan sejarah. Dengan lingkup yang demikian komplek dan lengkap tersebut seharusnya pengamalan ajaran islam di sekolah harus sudah mencapai titik yang mendekati angka harapan yang tinggi untuk terciptanya lingkungan yang islami. Tidak ditemui lagi siswa yang malak teman-temannya, sampah yang tidak pada tempatnya, guru marah karena ada siswa yang makan permen karet ketika belajar, membuat keributan di dalam atau di luar kelas dan lain sebagainya.


Akhlak atau sikap baik terhadap sesama manusia maupun lingkungan merupakan hal yang mudah sekali untuk menilai seberapa tinggi penguasaan nilai atau moral seseorang, baik atau jeleknya seseorang tergantung pada akhlaknya tersebut. ”Kita menghukumi dengan apa yang nampak” , dan yang nampak itu adalah akhlak.

Di SMP Negeri 3 Luragung ya

ng penulis teliti banyak disaksikan sampah yang berserakan dimana-mana, mulai dari ruang pribadi sampai ruang perhelatan umum. Ketika dicermati secara lebih detail lagi ternyata sampah yang berserakan tersebut mayoritas adalah sampah yang mulanya sebagai bungkus makanan yang biasanya berupa plastik. Sedangkan sampah jenis lainnya seperti kertas, plastik, daun-daunan, kayu dan lain-lainnya merupakan sampah yang berasal dari kegiatan siswa yang lain, misalnya proses belajar mengajar dengan prosentase sampah yang sangat kecil.


Disamping sampah yang berserakan penulis juga melihat bagaimana siswa-siswa memakan makanannya. Mulai dari mana ia membeli, dimana dan cara memakannya, tempat yang digunakan, semuanya menimbulkan keprihatinan penulis.


Penulispun mencoba mengkritisi teknik pembelajaran akhlak khususnya dalam soal akhlak ketika makan yang jelas mempunyai hubungan langsung dengan kebiasaan siswa yang merupakan kenyataan yang memprihatinkan tersebut. Metode mengajarkan akhlak khususnya dalam cara makan, selama ini ternyata hanya menggunakan metode ceramah dan anjuran karena hal tersebut dianggap merupakan hal yang biasa.


Sepengetahuan penulis penelitian tentang hal tersebut belum ditemui. Dari kenyataan tersebut penulis ingin menerapkan satu metode mengajar ”drill” untuk meningkatkan penguasaan pemahaman siswa terhadap materi ”Adab Makan dan Minum”.


Sebuah perkara yang dianggap baru bila hanya dikomunikasikan secara verbal saja tentu akan mendapatkan hasil yang kurang memuaskan baik bagi sipenerima maupun dalam penerapannya. That practice make perfect (Gunawan Hupoyo; 1986) pribahasa ini menjadi panduan untuk diterapkannya metode drill.

Materi akhlak tentang cara makan dan minum merupakan materi berulang yang perlu dijajaki kebenaran pelaksanaannya. Dengan metode drill diharapkan murid akan semakin paham terhadap materi yang diajarkan. Drill diartikan juga sebagai latihan siap, dimana metode ini tepat dipergunakan untuk melatih ulangan pelajaran yang sudah diberikan(Zuhairini; 1983).


Makan dan minum dalam ajaran islam diatur tatacaranya, sehingga materi tersebut merupakan materi campuran antara akhlak dan keterampilan. Dengan demikian dibutuhkan tes keterampilan yang salah satu pelaksanaannya dibutuhkan kriteria authenticity, artinya sebuah pertimbangan apakah materi tersebut sesuai tidak dengan perbuatan siswa sehari-hari (Pedoman Pengembangan Tes Diagnostik Agama Islam; 2003).

 

D. Rumusan Masalah dan Pemecahannya


Di dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas VIIIA SMPN 3 Luragung yang materinya mengupas tentangakhlak yakni adab makan dan minum masih mengalami kendala dalam penyampampaian pembelajaran maupun dalam penerimaan murid tentang pembelajaran akhlak tersebut. Selama ini perhatian dan penerimaan pembelajaran ini masih kurang jadi butuh adanya model pembelajaran yang sesauai.


Untuk mengupayakan minat murid tehadap bahan ajar, dibutuhkan yang namanya pembelajaran yang menarik minat murid untuk belajar, menyenangkan dan menggiring mereka kearah tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.

Proses perubahan sistem pembelajaran kearah yang hendak dicapai haruslah diikuti dengan menerapkan suatu model pembelajaran. Melihat karakteristik materi yang ada dalam panduan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD), materi ini menurut hemat penulis cocok sekali dengan metode Drill.


Rumusan masalah penelitian ini di susun dalam kalimat pertanyaan sebagai berikut.

1) Adakah peningkatan perhatian murid pada pembelajaranakhlak, murid kelas VIIIA SMPN 3 Luragung Kuningan?

2) Adakah keberanian murid untuk tampil menjawab soal di depan kelas yang diberikan guru?

3) Adakah murid yang menjawab soal dilembar jawaban yang diberikan kepada mereka?

4) Adakah kesungguhan murid untuk mengajukan pertanyaan tentang materi yang diajarkan ?

5) Adakah kejelian murid untuk menghindari kekeliruan dalam mengerjakan tugas di lembar jawaban mereka?

6) Adakah perhatian murid untuk menyelesaikan tugas mudah yang di berikan kepada mereka ?

7) Adakah perhatian murid untuk menyelesaikan tugas sulit yang di berikan kepada mereka?

8) Adakah jumlah murid yang memberikan jawaban tertulis baik?

9) Adakah jumlah murid yang memperoleh peningkatan nilai ?

10) Adakah jumlah murid yang memperoleh penurunan nilai ?

Pada intinya perumusan masalah ini terfokus pada pembatasan masalah sebagai berikut; yaitu menguji apakah metode Drill mampu meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran akhlak materi adab makan dan minum pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas VIIIA semester genap SMPN 3 Luragung?

 

E. Tujuan Penelitian


Penelitian ini ingin memperoleh gambaran lengkap tentang hal-hal di bawah ini :


1) Peningkatan perhatian murid pada pembelajaran akhlak, murid kelas VIIIA SMPN 3 Luragung Kuningan

2) Keberanian murid untuk tampil menjawab soal di depan kelas yang diberikan guru

3) Adanya murid yang menjawab soal dilembar jawaban yang diberikan kepada mereka

4) Kesungguhan murid untuk mengajukan pertanyaan tentang materi yang diajarkan.

5) Kejelian murid untuk menghindari kekeliruan dalam mengerjakan tugas di lembar jawaban mereka.

6) Perhatian murid untuk menyelesaikan tugas mudah yang di berikan kepada mereka.

7) Perhatian murid untuk menyelesaikan tugas sulit yang di berikan kepada mereka.

8) Jumlah murid yang memberikan jawaban tertulis baik.

9) Jumlah murid yang memperoleh peningkatan nilai.

10) Jumlah murid yang memperoleh penurunan nilai.

Sehingga dengan terjawabnya 10 permasalahan tersebut maka akan diketahui sejauh mana metode Drill dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran akhlak , materi adab makan dan minum pada siswa kelas VIII A di SMPN 3 Luragung Kuningan.


F. Manfaat Hasil Penelitian


Peneliti mengharapkan hasil penelitian ini bisa bermanfat bagi semua pihak yang membaca penelitian ini,terutama bermanfaat bagi :


1.Murid

Murid diberikan pengalaman belajar dengan model pembelajaran Drill. Dengan model pembelajaran ini murid bisa meningkatkan pemahamannya tentang Adab Makan dan Minum.


2.Guru

Model pembelajaran Drill sangat membantu guru dalam pengajaran Akhlak hususnya materi Adab Makan dan Minum, karena murid akan lebih mengerti dan tertarik. Ternyata juga murid lebih memahami pembelajaran Adab Makan dan Minum dengan cara praktek langsung.


3.Peneliti (Researcher)

Peneliti berharap dengan penelitian model ini bisa menjadi salah satu bahan rujukan penelitian dan juga bisa menjadi salah satu bahan untuk peneliti lain merevisi penelitiannya.


4. Lembaga (sekolah)

Manfaat penelitian ini bagi sekolah adalah sebagai motivasi positif bagi guru-guru yang ada di sekolah agar bisa menghasilkan penelitian tindakan kelas yang lebih banyak lagi. Dan merupakan suatu Prestasi bagi sekolah yang bisa menghasikan peneliti- peneliti yang produktif.


G. Kajian Pustaka


1. Kajian Teori Membiasakan Prilaku terpuji

Standar Kompetensi (SK) Membiasakan Prilaku Terpuji merupakan materi yang tergabung dalam kelompok akhlak. Materi pokok Pendidikan Agama Islam meliputi tiga ajaran pokok islam yaitu : masalah keimanan (aqidah), keislaman (syari’ah) dan ihsan (akhlak).

Ketiganya haruslah tercermin dalam kehidupan sehari-hari, menurut buku Pedoman Penyusunan Tes Diagnostik Pendidikan Agama Islam menyatakan bahwa kemampuan menerapkan akhlakul karimah dan menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari harus dicapai melalui empat materi pokok, salah satunya adalah Tatakrama dalam Kehidupan(2003).

Dengan demikian Adab Makan dan Minum merupakan bagian dari akhlak yang harus dihadirkan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih lanjut Zuhairini dkk (1983) mengartikan bahwa akhlak adalah suatu amalan yang bersifat pelengkap penyempurna bagi kedua amal di atas (aqidah dan syari’ah) dan yang mengajarkan tentang tata cara pergaulan hidup manusia.

Al-Ghazali mengatakan mendidik anak merupakan urusan yang paling penting, orang tua (murabbi) berkewajiban memelihara anak-anaknya dengan cara mendidik dan mengajarinya akhlak-akhlak yang mulia (Jamal Abdul Rahman: 2005).

Untuk mencapai tujuan mengajar maka dibutuhkan alat pencapaian mengajar, akhirnya lahirlah berbagai metode mengajar yang bersifat parsial maupun universal – bisa dipakai oleh berbagai materi dan mata pelajaran. Memperhatikan karakteristik materi yaitu Adab makan dan minum penulis berusaha mempadu padankan beberapa teori mengajar. Dan akhirnya jatuh pada pilihan metode Drill /Latihan Siap.

Metode Drill ialah suatu metode dalam pendidikan dan pengajaran dengan jalan melatih anak-anak terhadap bahan pelajaran yang sudah diberikan. Metode ini digunakan pada pelajaran-pelajaran yang bersifat motoris (Zuhairini:1983).


2. Implementasi Metode Drill pada Pembelajaran Adab Makan dan Minum

Metode Drill tepat digunakan apabila pelajaran dimaksudkan untuk melatih ulang pelajaran yang sudah diberikan dan atu sedang berlangsung. Selain itu pelajaranpun bertujuan melatih keterampilan anak dalam mengerjakan sesuatu. Metode ini dipergunakan untuk memperkuat daya tanggapan anak terhadap pelajaran.

Segi positif metode ini adalah dalam waktu singkat, cepat dapat memperoleh penguasaan dan keterampilan yang diharapkan. Tertanam pada anak-anak kebiasaan belajar secara rutin dan disiplin. Tetapi mempunyai sisi negatifnya pula yaitu menghambat perkembangan daya inisiatif murid, kurang memperhatikan perkembangan lingkungan dan membentuk kebiasaan yang kaku dan otomatis(Zuhairini;1983).

Untuk mengurangi sisi negatifnya tersebut, maka penulis menyusun langkah-langkah sebagai berikut :


a. Memberikan instruksi alat-alat yang harus dibawa pada pertemuan sebelumnya.


b. Memberikan pengertian dasar tentang materi adab makan dan minum.


c. Membagi siswa kedalam beberapa kelompok dan tugas yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, yaitu kelompok makan dalam ruangan, kelompok makan di ruang terbuka dan kelompok makan di tempat yang tidak mempunyai tempat duduknya.


d. Mengambil kesimpulan.

H. Prosedur Penelitian

A. Seting Penelitian


Penelitian ini dilakukan pada semester genap di kelas VIIIA SMPN 3 Luragung yang memiliki jumlah siswa sebesar 43 orang. Penelitian ini berlangsung selama 2 kali pertemuan pada minggu kedua dan minggu ketiga bulan Februari tahun 2008. Setiap pertemuan berlangsung selama 2 x 40 menit.


B. Indikator Keberhasilan

Indikator yang menjadi acuan keberhasilan dalam setiap tindakan, berupa gradasi sebagai berikut:


1. 80 – 100 : sangat berhasil

2. 60 – 79 : berhasil

3. 40 – 59 : cukup berhasil

4. 20 – 39 : kurang berhasil

5. 0 – 19 : tidak berhasil (Tatang Sunendar, 2007)

Sedangkan kemampuannya berdasarkan ranah kognitif yang diukur dengan anggka KKM. Untuk KKM Pendidikan Agama Islam SMPN 3 Luragung adalah 75,44.

C. Siklus Tindakan


Siklus tindakan yang akan dilakukan meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan evaluasi, dan refleksi. Dalam dua kali pertemuan, penelitian ini diisi dengan 2 siklus.


1. Siklus pertama

a. Perencanaan

Perencanaan ini sesuai dengan skenario pembelajaran yang telah disusun penulis dengan tindakan pembelajaran interaktif.

b. Pelaksanaan

Pembelajaran dilakukan berdasarkan skenario pembelajaran dan dilakukan di tempat-tempat yang telah ditentukan.

c. Pengamatan dan evaluasi

Melakukan pengamatan atas aktivitas siswa dan melakukan tes pada akhir pembelajaran. Minta bantuan teman sejawat untuk mengamati aktivitas guru dan interaksi antara guru dan siswa.

d. Refleksi

Membahas aktivitas siswa dan guru serta menganalisis hasil evaluasi.

2. Siklus kedua

Hasil refleksi siklus pertama dijadikan pedoman pada pelaksanaan siklus kedua untuk memperbaikinya.

a. Perencanaan

Perencanaan ini sesuai dengan skenario pembelajaran yang telah disusun penulis dengan metode Drill/Latihan Siap dan diimplementasikan dengan pembelajaran interaktif.

b. Pelaksanaan

Pembelajaran dilakukan berdasarkan skenario pembelajaran dan dilakukan di tempat-tempat yang telah ditentukan.

c. Pengamatan dan evaluasi

Melakukan pengamatan atas aktivitas siswa dan melakukan tes pada akhir pembelajaran. Minta bantuan teman sejawat untuk mengamati aktivitas guru dan interaksi antara guru dan siswa.

d. Refleksi

Membahas aktivitas siswa dan guru serta menganalisis hasil evaluasi.

Pelaksanaan Langkah/Tindakan selanjutnya

I. Hipotesis Tindakan

Dalam rumusan ini digunakan hipotesis tindakan kelas (Classroom Action) yang berjudul :


UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN ADAB MAKAN DAN MINUM DENGAN METODE DRILL


(Penelitian Tindakan Kelas, Kelas VIIIA SMP N 3 Luragung pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam) seperti berikut:

1) H1 : Ada peningkatan perhatian murid pada pembelajaran Adab makan dan minum Murid kelas VIII A SMPN 3 Luragung Kuningan

H0 : Tidak Ada peningkatan perhatian murid pada pembelajaran Adab makan dan minum Murid kelas VIII A SMPN 3 Luragung Kuningan.

2) H1 : Ada keberanian murid untuk tampil menjawab soal di depan kelas.

H0 : Tidak Ada keberanian murid untuk tampil menjawab soal di depan kelas

3) H1 : Ada jawaban murid dari soal di lembar jawaban yang diberikan kepada mereka.

H0 : Tidak Ada jawaban murid dari soal di lembar jawaban yang diberikan kepada mereka..

4) H1 : Ada kesungguhan murid untuk mengajukan pertanyaan tentang materi yang di ajarkan.

H0 : Tidak Ada kesungguhan murid untuk mengajukan pertanyaan tentang materi yang diajarkan

5) H1 : Ada kejelian murid untuk menghindari kekeliruan dalam mengerjakan tugas di lembar jawaban yang disediakan.

H0 : Tidak Ada kejelian murid untuk menghindari kekeliruan dalam mengerjakan tugas di lembar jawaban yang diberikan.

6) H1 : Ada perhatian murid dalam menyelesaikan tugas yang mudah yang diberikan pada mereka.

H0 : Tidak Ada perhatian murid dalam menyelesaikan tugas yang mudah yang diberikan pada mereka.

7) H1 : Ada perhatian murid dalam menyelesaikan tugas yang sulit yang diberikan pada mereka.

H0 : Tidak Ada perhatian murid dalam menyelesaikan tugas yang sulit yang diberikan pada mereka.

8) H1 : Ada Jumlah murid yang memberikan jawaban tertulis baik di buku catatan maupun jawaban yang di selesaikan di papan tulis.

H0 : Tidak Ada jumlah murid yang memberikan jawaban tertulis baik di buku catatan maupun jawaban yang diselesaikan di papan tulis.

9) H1 : Ada Jumlah murid yang memperoleh peningkatan nilai

H0 : Tidak Ada jumlah murid yang memperoleh peningkatan nilai.

10) H1 : Ada Jumlah murid yang memperoleh penurunan nilai .

H0 : Tidak Ada jumlah murid yang memperoleh penurunan nilai

J. Jadwal Penelitian

1. Perencanaan : Tanggal 11 – 29 Februari 2008

2. Pelaksanaan :

a. Siklus 1 (satu) tanggal 6 Maret 2008 pukul 10.10 – 11.30 WIB.

b. Siklus 2 (dua) tanggal 13 Maret 2008 pukul 10.10 – 11.30 WIB.

3. Penyusunan Laporan : Tanggal 14 – 21 Maret 2008.

4. Pelaporan : Tanggal 25 Maret 2008.

K. Biaya Penelitian

1. Alat Tulis Kantor : Rp 300.000,00

2. Konsultasi : Rp 1.300.000,00

3. Konsumsi : Rp 250.000,00

4. Dokumentasi/Arsip : Rp 300.000,00

Jumlah : Rp 2.150.000,00

L. Personalia Penelitian

Pada penelitian ini, peneliti dibantu dengan saru (1) orang sebagai kameramen dan dua (2) orang sebagai observer. Jadi jumlah personalia penelitian sebanyak empat (4) orang.

M. Daftar Pustaka

Abdur Rahman, Jamal, 2005. Tahapan Mendidik Anak. Bandung : Irsyad Baitus Salam.

Al-Atas, Muhamad Al-Naquib, 1994. Konsep Pendidikan dalam Islam. Bandung: Penerbit Mizan.

Al-Abrasyi, M. Athiyah, 1990. Dasar-dasar Pokok Pendidikan Islam. Jakarta : Bulan Bintang.

Al-Munir, Mahmud Samir, 2004. Guru Teladan di bawah Bimbingan Allah. Jakarta : Gema Insani.

Anonimous, 2003. Pedoman Pengembangan Tes Diagnostik Agama Islam. Jakarta : Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.

Baradja, Umar, 1992. Bimbingan Akhlak Bagi Putra-putra Anda (2). Surabaya – Indonesia : Pustaka Progresif.

Hupoyo, Gunawan, 1991. The Boyhood of Ronggowarsito.Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Zuhairini, Dra. H., 1983. Methodik Khusus Pendidikan Agama. Malang : Biro Ilmiah Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel.

N. Lampiran-lampiran

1. Instrumen Penelitian

2. CV Semua Peneliti

3. Surat Keterangan Penelitian

4. Rencana Pembelajaran

 

 

 


Israk Dan Mikraj

Posted by [email protected] on May 23, 2011 at 1:33 AM Comments comments (0)

سورة الإسراء) سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ (١) 


Terjemahan: Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsa yang telah Kami berkati sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Al-Israk 17:1)   

Beberapa Pendapat Tentang Israk Dan Mikraj: 

Manusia berbeda pendapat tentang kejadian Israk dan Mikraj.

Ada yang mengatakan bahwa peristiwa itu berlaku dengan jasad dan roh Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam) dan ada pula yang berpendapat hanya dengan roh tanpa jasad.

 Sebahagian mereka mengatakan peristiwa itu dilalui olih baginda Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam) dalam keadaan mimpi, dan ada pula yang mengatakan bahwa peristiwa itu berlaku dalam keadaan jaga dan bukan dalam tidur. 

Dalam hal ini, menurut kebanyakan (jumhur) ulama;

Peristiwa Israk dan Mikraj berlaku dengan jasad dan roh baginda Rasul (sallallahu alaihi wasalam) serta dalam keadaan jaga, Israk dan Mikraj adalah salah satu mukjizat (perkara luar biasa yang diberikan olih Allah kepada RasulNya) dengan tujuan untuk memperkokoh kedudukan kerasulannya.   

Tafsiran Ayat: Maha Suci Allah: Allah SWT mensucikan diriNya, Allah mengagungkan urusanNya karena kodrat atau kuasaNya yang tiada tolok bandingannya.

Tidak ada seorangpun yang dapat mengatasi kemampuanNya. Biasanya penggunaan kata TASBIH adalah untuk menyatakan keagungan sesuatu.

Sesuatu ayat jika diawali olih tasbih biasanya untuk menyatakan perkara yang besar dan agung. Dan kalaulah seseorang itu tidak benar-benar mensucikan Allah daripada sifat-sifat yang tidak layak bagiNya, maka sudah pastilah mereka tidak akan dapat mempercayainya. Tetapi sekiranya sudah sempurna TASBIH (pensuciannyaterhadap Allah SWT) maka mereka akan dapat menerima hakikat itu.Malahan lebih daripada itupun mereka bolih percaya. Ini sebagaimana sikap Abu Bakar, yang sempena peristiwa inilah beliau akhirnya mendapat gelaran Ash-Shiddiq. Dan kalaulah peristiwa Israk dan Mikraj hanya berlaku dengan roh dan dalam mimpi, maka tidak perlulah ayat tersebut diawali dengan TASBIH karena itu adalah perkara biasa dan semua orang dapat melakukannya dengan mudah.

Dan jika demikian tidak timbullah peristiwa murtad beramai-ramai daripada kalangan sahabat yang baru memeluk Islam.   

Yang Telah Memperjalankan HambaNya Pada Suatu Malam: 

Penggunaan kata ( أَسْرَى ) adalah khas untuk menyatakan perjalanan itu berlaku pada waktu malam. Sedangkan kata hambaNya (بِعَبْدِهِ) ini memperkuat dalil bahwa peristiwa itu berlaku dengan roh dan jasad. Karena kata (عَبْدٌ ) artinya hamba dan setiap hamba mestilah terdiri daripada dua unsur jasmani dan rohani. Sedangkan kata (لَيْلاً ) artinya pada waktu malam. Dan karena kata tersebut dinayatakan dalam bentuk nakirah (tanpa alif laam) maka menurut kaedah bahasa ia memberi faedah untuk menyatakan sebahagian (  لِلّتَبَعِيْض) iaitu segelintir malam, bukan semalaman penuh.  

 Daripada Masjid Al-Haram Ke Masjid Al-Aqsa: Perjalanan Israk adalah daripada Masjid Al-Haram di Mekah ke Masjid Al-Aqsa di Palestin. Sedangkan perjalanan Mikraj pula ialah daripada Masjid Al-Aqsa naik ke langit yang tujuh dan selanjutnya ke Sidratul Muntaha dan seterusnya menemui Allah SWT.   

Yang Telah Kami Berkati Sekelilingnya: 

Maksudnya: Masjid Al-Aqsa dan sekitarnya (Syam) telah mendapat berkat daripada Allah. Keberkatan kawasan ini ada dua jenis iaitu;

Pertama: Barakah Hissiyah (keberkatan fisikal) iaitu dengan menyuburkan tanahnya.

Kedua: Barakah Maknawiyah iaitu dengan menurunkan di negeri itu kebanyakan nabi-nabi.   Agar Kami Perlihatkan Kepadanya Sebahagian Daripada Tanda-tanda (Kebesaran)

Kami: Dari ayat di atas dapat disimpulkan bahwa di antara tujuan Allah mengisrakkan Nabi Muhammad (sallallahu alaihi wasalam) adalah untuk memperlihatkan kepada baginda segelintir daripada tanda-tanda kebesaranNya. 

Di antara gambaran yang diperlihatkan olih Allah kepada Nabi Muhammad (sallallahu alaihi wasalam) dalam perjalanan Israk dan Mikraj ialah: Nenek tua yang memanggil-manggil Nabi (sallallahu alaihi wasalam). Ini adalah gambaran umur dunia. Sebagaimana sisa umur nenek tersebut begitulah lebih kurang sisa umur dunia ini. Kaum yang dihadapannya ada daging yang baik dan daging yang busuk, lalu ia makan daging yang busuk. Ini gambaran manusia yang lebih suka memuaskan nafsunya dengan cara yang haram daripada cara yang halal.

Kaum yang memukul-mukul kepalanya sendiri dengan batu tajam. Ini gambaran manusia yang malas melakukan salat wajib. 

Kaum yang mengguntingkan lidahnya sendiri. Ini gambaran orang yang pandai bercakap tetapi tidak berbuat. 

Kaum yang mengangkat kayu api. Semakin berat dirasakannya tetapi semakin ditambahnya lagi bebanannya itu. Ini gambaran manusia yang gila kuasa. Walaupun ia tidak mampu melaksanakan tugas-tugas yang ada, namun ia tetap ingin dan ambisi untuk mengejar jawatan dan tugas yang lain. 

Kawasan perkuburan yang harum semerbak baunya. Ini gambaran kuburan Nasyithah dan keluarganya iaitu tukang sisir anak Fir’aun yang direbus dalam kawah minyak karena teguh mempertahankan tauhidnya. Kaum yang memotong-motong daging rusuknya sendiri yang kanan dan kiri. Inigambaran yang suka memfitnah dan mengumpat dan mencaci orang Islam lainnya.  

 Sesungguhnya Dia Adalah Maha Mendengar Lagi Maha Melihat: Allah Maha Mendengar segala perbualan orang-orang Quraisy yang mendustakan cerita Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam) itu. Dan Dia Maha Melihat segala gerak-gerik orang-orang Quraisy yang telah membuat beberapa isyarat sebagai tanda pendustaan mereka terhadap berita yang disampaikan olih baginda (sallallahu alaihi wasalam).  

Mikraj: Adapun Mikraj pula ialah alat untuk naik. Kalau Israk baginda menonggang Buraq. Maka Mikraj pula dengan menggunakan mikraj (tangga suci) sambil diiringi olih Jibrail iaitu daripada Masjid Al-Aqsa ke langit. Sesampainya di langit pertama, Jibrail memberi salam kepada penjaga pintu langit pertama.

Dia bertanya: Siapa kamu?

Jibrail menjawab: Jibrail.

Ditanya lagi: Siapakah orang yang bersamamu itu?

Jawab Jibrail: Muhammad Rasulullah.

Demikianlah pada setiap langit. Di langit pertama baginda menemui Nabi Adam.

Di langit kedua bertemu Nabi Yahya dan Isa.

Di langit ketiga bertemu dengan Nabi Yusuf.

Di langit keempat bertemu dengan Nabi Idris.

Di langit kelima bertemu dengan Nabi Harun.

Di langit keenam bertemu dengan Nabi Musa

dan di langit ketujuh bertemu dengan Nabi Ibrahim.  Baginda meneruskan lagi perjalanannya hingga ke Sidratul Muntaha.

Malaikat Jibrail tidak dibenarkan untuk naik ke tempat yang lebih tinggi lagi. Akhirnya Nabi Muhammad (sallallahu alaihi wasalam) naik sendiri tanpa iringan Jibrail untuk menemui Allah SWT. Disanalah baginda menerima perintah salat 50 kali sehari semalam. Dan setelah kembali, atas nasihat dan saranan Nabi Musa, baginda Rasul naik lagi menemui Allah untuk mendapat keringanan yang akhirnya hanya tinggal 5 waktu sehari semalam.  

 Beberapa Pengajaran Dari Peristiwa Israk Mikraj:

 1.      Betapa hebatnya kedudukan Nabi Muhammad (sallallahu alaihi wasalam) dibandingkan dengan Nabi-nabi dan Rasul-rasul yang lain. Peristiwa semacam ini tidak pernah dilalui olih para rasul yang lain. Malahan ketika di Masjid Al-Aqsa baginda disuruh olih Jibrail supaya mengimami semua rasul terdahulu. 

2.      Betapa tingginya kedudukan perintah salat sehingga mesti diambil sendiri secara langsung olih baginda Rasul (sallallahu alaihi wasalam) dari sisi Allah SWT. 3.      Semua gambaran yang diperlihatkan kepaa baginda (sallallahu alaihi wasalam) adalah mengandungi pengajaran secara tersendiri.



Rss_feed